Gagak yang Tak Kunjung Datang
OTP
Catatan II · Birokrasi · Siang bolong
Hari itu aku menghadap Kantor Pajak Kerajaan untuk mengukir namaku di gulungan NPWP. Segel pertama lewat surat elektronik: gagaknya tiba seketika, kodenya kubaca, pintu pertama terbuka. Mudah. Terlalu mudah.
Segel kedua lewat nomor ponsel. Kutekan "kirim kode". Kutunggu. Langit tetap kosong. Kutekan lagi. Dan lagi. Tak ada gagak. Keringat dingin merayap: apakah nomorku telah dikutuk? Dicoret dari daftar kerajaan? Diblokir tanpa peringatan? Kuperiksa sinyal, kumatikan dan kunyalakan ponsel, kubaca ulang angka-angkanya satu per satu.
Setelah lama menyelidik, jawabannya datang bukan dari kantor pajak, melainkan dari kandang gagak itu sendiri: burung pembawa pesan tidak terbang tanpa upah. Kantongku kosong. Pulsa: 0.
Satu keping perak kuisi. Gagak itu tiba dalam hitungan detik, dan gulungan NPWP pun tersegel.
Terukir di batu: gagak tak terbang dengan perut kosong - sebelum mencurigai kutukan, periksa dulu kantongmu.